Wednesday, November 27, 2013

Rembulan dan Pemulung Sinarnya



Sepertinya beberapa satuan waktu silam media blog ini berisikan tentang petualangan, pengalaman menembus bentang alam, ataupun kisah tentang bekerjanya adrenalin lebih keras dari biasanya. Bagaimana kalau kali ini kita meracau kacau tentang rembulan dan pemulung sinarnya? Setujukah kalian semua? Bagaimana? Hahahaha...terserah kalian terkait pemikiran kalian tentang kata setuju atau tidak. Asal kalian tahu, aku sedang ingin, teramat ingin mungkin, membuat tulisan mengenai kisah murahan itu, yang sialnya terinspirasi dari alur peran kehidupan yang terjalani oleh badan ini. Bukan untuk menunjukan apa-apa, hanya agar ruangan yang mengatur perasaan dan logika yang tertanam entah dimana dalam bagian tubuh ini sedikit lega, tidak sumpek seperti jalan-jalan ibukota yang tiap harinya diserbu berbagai jenis kendaraan berbahan bakar fosil yang pada akhirnya membuat ibu bumi kita menangis.



Thursday, November 14, 2013

Pengalaman tersesat di gunung, ternyata tersesat memiliki sisi lain



                Mendaki gunung dan camping merupakan kegiatan yang amat menyenangkan (setidaknya bagi saya) namun juga berbahaya. Mungkin kalian pernah mendengar beberapa accident ketika mendaki gunung semisal tersesat, terjatuh, atau bahkan terkena gas beracun. Semua itu bisa jadi malaikat pencabut nyawa bagi para pendaki. Bisa dikatakan menjadi resiko yang harus di tanggung untuk kepuasan dan penyaluran hobby.
                Tersesat, ya...tersesat. Saya pernah mengalaminya beberapa kali dalam kegiatan alam liar. Setiap ketersesatan mempunya rasa yang berbeda-beda, namun sama sama menakutkan. Saya pertama kali merasakan tersesat di hutan ketika saya melakukan pendakian pertama saya di Gunung Gede. Waktu itu saya masih kelas 2 SMA dan ketika itu saya masih buta dengan seluk beluk kegiatan mountaineering.
                
 
ketersesatan memiliki sisi lain


                 

Wednesday, October 2, 2013

gunung tambakruyung



                “Gunung Tambakruyung? Dimana tuh…?” Mungkin kalimat tanya itu yang akan terdengar ketika seseorang mengatakan hendak mendaki gunung dengan ketinggan 1994 mdpl itu. Tambakruyung, sebuah puncakan yang terletak di daerah administrasi kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung ini memang kurang terkenal di kalangan penggiat alam secara umum. Strukturnya yang terjal dan jalur yang samar bahkan nyaris hilang serta banyaknya percabangan menjadi salah satu faktor mengapa gunung Tambakruyung jarang didaki.
           
punggungan tambak ruyung
               Transportasi untuk menuju ke sana tidak terlalu menguras kocek. Dari terminal Leuwi Panjang anda dapat menumpang bis atau elf jurusan Ciwidey dengan biaya sekitar Rp. 10.000 (tarif berlaku ketika bahan bakar premium seharga Rp. 6.500). Sampai di terminal Ciwidey anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa ojek berbiaya sekitar Rp. 20.000 atau bila tim anda terdiri dari banyak orang, anda dapat menyewa angkot dengan biaya sekitar Rp. 65.000.
             
                  

Tuesday, June 25, 2013

Gowes Bandung - Jakarta

Jam menunjukan pukul 04.00 di kosan ku di Dayeuh Kolot, Bandung. Aku mengecek kembali kelengkapan untuk trip hari ini. Jersey sepeda bertuliskan “Giant”, celana padding, tas, sleeping bag, dan kotak perkakas, helm, semua telah komplit. Sembari menunggu azan subuh, aku mengelap helm kuning yang akan ku kenakan. Hari ini aku akan melakukan hal yang sedikit agak menyentuh ranah anti mainstream, aku akan bersepeda dari Bandung menuju Jakarta dengan memilih jalur Puncak, Bogor untuk ditempuh.
perbatasan Cianjur Bogor

Wednesday, June 5, 2013

Nggenjot Si Mia


                Pagi itu, sekitar pukul 06.00, matahari masih enggan untuk terbit di bumi Parahyangan. Tapi aku, dengkulku, dan sepedaku sudah siap untuk memutar roda. Hari itu adalah hari minggu, dan aku berencana akan gowes ke jalan Ir. H. Djuanda, Dago, untuk sekedar refreshing dan menikmati suasana  car free day” serta sedikit olahraga santai. Tanpa banyak persiapan, pedalpun ku kayuh dari tempat tinggal ku di Bojongsoang dengan semangatnya. Kadang pelan, kencang, ganti gigi, sampai ganti gaya pun dilakukan untuk mencoba-coba settingan yang pas untuk “si mia”, sepeda ku.

cekungan bandung dan langit birunya

Tuesday, May 21, 2013

Romantika di pegunungan tenggara ibukota


Sepertinya mobil yang ku tunggu tiba. Mini bus silver dengan kaca di samping supir yang terbuka berjalan lambat menyelinap disela-sela kendaraan yang terparkir, mencari tempat yang telah kami sepakati sebagai meeting point. Dan tampak dari kejauhan mobil itu berhenti di sebuah warung yang berada di area parkir kawasan cibodas, tempat pendaki biasa beristirahat sebelum memulai pendakian. Tak lama kemudian, beberapa orang keluar dari mobil itu. Salah satunya adalah seseorang yang membuat udara dingin malam itu mendadak hangat dan suasana malam yang riuh oleh celotehan para pendaki menjadi terasa hening di telingaku. Seseorang yang telah lama ku nanti sosoknya dengan sorot mata sayu yang mampu menyelami setiap seluk kehidupan. Seseorang yang dengan ajaib memaksa kornea mataku menjadi seperti teropong senapan seorang penembak jitu yang tak akan melepaskan jangkauan lensa dari intaiannya. Seseorang yang mampu memutar arah angin hingga menuju ke sisi barat.

eidelweiss dengan kompas dan embun yang menggantung

Thursday, April 25, 2013

i don't love you - my chemical romance


Well when you go 
Don’t ever think I’ll make you try to stay 
And maybe when you get back 
I’ll be off to find another way

When after all this time that you still owe 
You’re still, the good-for-nothing I don’t know 
So take your gloves and get out 
Better get out 
While you can

When you go 
Would you even turn to say 
"I don’t love you 
Like I did 
Yesterday"

Sometimes I cry so hard from pleading 
So sick and tired of all the needless beating 
But baby when they knock you 
Down and out 
It’s where you oughta stay

And after all the blood that you still owe 
Another dollar’s just another blow

So fix your eyes and get up 
Better get up 
While you can 
Whoa, whooa

When you go 
Would you even turn to say 
"I don’t love you 
Like I did 
Yesterday"

Well come on, come on
When you go 
Would you have the guts to say 
"I don’t love you 
Like I loved you 
Yesterday"

I don’t love you 
Like I loved you 
Yesterday

I don’t love you 
Like I loved you 
Yesterday