Showing posts with label ga jelas. Show all posts
Showing posts with label ga jelas. Show all posts

Sunday, September 21, 2014

Hantu sekre

                Astacala, merupakan organisasi pecinta alam yang resmi di Universitas Telkom sudah sehingga sudah selayaknya memiliki sekretariat untuk mengakomodasi semua kegiatannya. Sekretariat Astacalaberada di sebuah gedung bernama student centre yang merupakan gedung pusat kegiatan ormawa Universitas Telkom, berlantai dua dengan lapangan di tengahnya dan ruangan-ruangan sekretariat ormawa di sekeliling lapangan. Di sudut sudut gedung terdapat toilet dan tangga untuk naik ke lantai dua.

                Sekretariat Astacala berbeda dari sekretariat lainnya di gedung student centre. Kami memiliki ruang tambahan di bawah tangga hasil kreatifitas para anggotanya, ruang utama, dan juga halaman belakang. Halaman belakang merupakan ruang terbuka. Di halaman belakang ini kami membuat saung, kanopi, serta k olam ikan. Di sini juga di tumbuhi pohon-pohon lebat yang ditanami anggota-anggota terdahulu. Jika malam hari, halaman belakang ini gelap gulita, hanya teras berkanopi dan saung yang diterangi lampu. Cukup mencekam jika anda duduk sendirian di sana. Apalagi banyak cerita-cerita mistis yang bergentayangan tentang halaman belakang ini.

Sunday, May 11, 2014

Aku Bingung


Mungkin hidup bisa di gambarkan bagai ribuan puzzle bebas dimana tiap manusia berusaha memecahkan pertanyaan tentang gambar apa yang sebenarnya. Namun mereka terjebak dalam diorama pikiran mereka sendiri tanpa tahu apa maksud dari sebuah museum dibuat dan tanpa tahu apa maksud cerita dari diorama orang lain. Ya, sejatinya kita memang terperangkap pada kerangka berpikir kita sendiri yang sulit menerka jalan pikiran orang lain. Wajar bila otak mereka berkeringat menerka pertanyaan yang dibuat mereka sendiri. “apa sih?”, “ko bisa?”, “ini maksudnya apa?”, dan ribuan pertanyaan yang hadir seperti tamu pesta pernikahan yang kita tidak tahu itu siapa dan apa namun tidak bisa kita cegah.


Aku bingung akan beberapa hal. Tulisan kali ini menggambarkan beberapa pertanyaan singkat dalam hidupku yang tidak aku mengerti walau telah kukejar, analisa, dan ku kunyah jawabannya.
Aku tak habis berfikir tentang seekor katak yang bias melompat tinggi. Sesuatu mengurung katak itu dalam sebuah kotak dengan langit-langit yang rendah selama beberapa satuan waktu. Katak itu terus melompat dalam kotak selama itu. Dan ketika kotak itu terbuka, kau tahu apa yang terjadi? Katak itu hanya melompat setinggi langit-langit kotak. 

Monday, February 24, 2014

Gitar Tua Yang Berdebu



Kedua bola mata ini terpaku pada sebuah gitar nan berdebu di halaman belakang sekretariat. Dia terkepung udara malam yang masih saja terasa dingin meski bumi ini semakin panas. Ya, panas dalam arti sebenarnya, akibat kerakusan manusia yang dengan sengaja menelanjangi ozon, memperkosa hutan rimba yang tak berdosa, bahkan mencoreng wajah bumi satu-satunya ini dengan limbahnya. Tidak ada yang tahu generasi ke berapakah gitar sekre yang sedang murung ini. Kini dia bungkam, meski telah miliaran nada dihasilkannya dan generasi sebelumnya. Menjadi pengiring setia tiap detak jantung sekretariat dan para penghuninya dari waktu ke waktu. Tiap not yang termainkan menjadi saksi paling sahih perjalanan sejarah organisasi ini.

Wednesday, November 27, 2013

Rembulan dan Pemulung Sinarnya



Sepertinya beberapa satuan waktu silam media blog ini berisikan tentang petualangan, pengalaman menembus bentang alam, ataupun kisah tentang bekerjanya adrenalin lebih keras dari biasanya. Bagaimana kalau kali ini kita meracau kacau tentang rembulan dan pemulung sinarnya? Setujukah kalian semua? Bagaimana? Hahahaha...terserah kalian terkait pemikiran kalian tentang kata setuju atau tidak. Asal kalian tahu, aku sedang ingin, teramat ingin mungkin, membuat tulisan mengenai kisah murahan itu, yang sialnya terinspirasi dari alur peran kehidupan yang terjalani oleh badan ini. Bukan untuk menunjukan apa-apa, hanya agar ruangan yang mengatur perasaan dan logika yang tertanam entah dimana dalam bagian tubuh ini sedikit lega, tidak sumpek seperti jalan-jalan ibukota yang tiap harinya diserbu berbagai jenis kendaraan berbahan bakar fosil yang pada akhirnya membuat ibu bumi kita menangis.



Thursday, April 25, 2013

i don't love you - my chemical romance


Well when you go 
Don’t ever think I’ll make you try to stay 
And maybe when you get back 
I’ll be off to find another way

When after all this time that you still owe 
You’re still, the good-for-nothing I don’t know 
So take your gloves and get out 
Better get out 
While you can

When you go 
Would you even turn to say 
"I don’t love you 
Like I did 
Yesterday"

Sometimes I cry so hard from pleading 
So sick and tired of all the needless beating 
But baby when they knock you 
Down and out 
It’s where you oughta stay

And after all the blood that you still owe 
Another dollar’s just another blow

So fix your eyes and get up 
Better get up 
While you can 
Whoa, whooa

When you go 
Would you even turn to say 
"I don’t love you 
Like I did 
Yesterday"

Well come on, come on
When you go 
Would you have the guts to say 
"I don’t love you 
Like I loved you 
Yesterday"

I don’t love you 
Like I loved you 
Yesterday

I don’t love you 
Like I loved you 
Yesterday


Thursday, March 14, 2013

TUJUAN


            Adakah yang pernah bertanya tentang tujuan hidupmu? Lalu apa jawabanmu? Menjadi orang sukses, keliling dunia, membahagiakan orang yang kamu sayang, atau malah membalas dendam tentang apa yang pernah bersalah padamu? Yang mana jawabanmu? Lalu setelah tujuanmu tercapai, apa yang akan kamu lakukan? Apakah cukup sampai di titik itu tujuanmu? Pertanyaan yang menjengkelkan bukan?

            Seseorang pernah mengutarakan pemikirannya kepadaku beberapa waktu lalu. “lebih baik orang yang belum mencapai tujuan hidupnya dari pada orang yang telah sampai pada titiknya”. Aku sama sekali tidak setuju dengan hal itu. Bukankah tujuan memang harus dicapai? Kalau tidak untuk mencapai tujuan,buat apa kita melakukan perjalanan?

            Tadinya otakku ini masih berpikir bahwa kehidupan mempunyai tiga pokok permasalahan. Harta, Tahta, Cinta. Ketika ketiga masalah itu dapat teratasi maka akan senanglah dunia ini, begitukah? Ketika kamu bertujuan untuk mendaki gunung lalu karena satu dan lain hal kamu gagal mencapai puncaknya, apakah kamu sepenuhnya gagal? Tidak. Dibalik kegagalan itu ada hal yang tak kalah indah. Disana ada pelajaran tentang bagaimana kamu berusaha.

            Jika kalian bertanya apa tujuan hidupku, maka akupun belum mendapatkan jawaban itu. Marilah kawan,melalui tulisan ini aku ingin mengajak kalian untuk berpikir tentang tujuan hidup kalian. Tanyakan pada hati kalian masing-masing tentang apa yang membuat anda berambisi, terbakar, bahagia, hingga kalian akan tersenyum melakukannya apapun hasilnya. Ingatlah kawan, hanya sekali kita dihidupkan oleh Tuhan di dunia ini. Lakukanlah yang terbaik, karena penyesalan rasanya sakit. 

Thursday, January 17, 2013

Tak Semudah 5cm


Anda suka mendaki gunung? Anda sudah menonton film 5 cm di bioskop? Atau anda mulai tertarik dengan kegiatan mendaki gunung setelah menonton 5 cm? Ya, mendaki gunung merupakan kegiatan yang menyenangkan. Anda dapat menikmati maha karya sang pencipta berupa keindahan alam terbuka. Udaranya yang sejuk, karena memang jauh dari polusi hasil keserakahan manusia yang biasa kita temui di kota-kota besar dan karena banyaknya oksigen hasil dari proses fotosintesis yang dilakukan tumbuhan penghuni ekosistem hutan. Pemandangan hijau serta kanopi hutan beserta fauna yang berada di dalamnya menambah asri angin yang kita rasa. Bagi anda yang tidak bisa membayangkan, coba kalian saksikan pada film 5 cm. Dalam film 5 cm yang berlokasi di Taman Naional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di gunung Semeru, terpampang jelas bagaimana keindahan ranu kumbolo, kalimati, dan puncak mahameru.


         Tapi coba anda perhatikan apa yang ditampilkan oleh para pemeran film tersebut.  Sepertinya mendaki gunung itu mudah bukan? Bermodal tenda doome, carrier atau ransel, paduan jeans dan jaket, serta sepatu kets, anda sudah dapat mendaki gunung sekelas Semeru. Namun apa yang ditampilkan film tersebut tidak merepresentasikan kegiatan pendakian yang safety. Menggunakan jeans sama sekali tidak dianjurkan dalam kegiatan pendakian karena bahan jeans yang sulit kering jika telah basah sehingga memperbesar resiko hypothermia. Perbekalan merekapun kurang, ini ditunjukan pada adegan dimana mereka kehabisan air di Kalimati. Bagaimana tidak, mereka hanya membawa 1.5 liter air untuk berenam. Mereka juga terlihat memaksakan diri ketika adegan bertanya tentang hujan abu. Ini jelas tidak aman jika mendaki ketika sedang hujan abu.

Friday, April 20, 2012

setengah botol minuman keras

Udara Jakarta yang ku hirup masihlah sama. Sama seperti ketika suatu masa yang merah, yang kental akan gerombolan emosi muda yang datang dengan mudahnya. Suatu masa ketika rasa bahagia, kecewa, tangis air mata menjadi suatu racikan sempurna untuk melengkapi lembaran kisah muda. Ketika lembut cinta pertama kali membelai sanubari. Ketika kemunafikan menjadi makanan sehari-hari untuk menyembunyikan kebusukan hati. Dan masih tetap sama ketika pertama kalinya aku meninggalkan semua suasana ibu kota untuk waktu yang lama.


Ku coba untuk menutup sejenak pandangan akan dinginnya angin yang menyapa muka sembari menahan asap tembakau yang meresap ke dalam dada. Ku hirup semakin dalam hingga ku rasakan hangatnya tiap mili nikotin yang secara berkala melemahkan tubuh ini. Ku hempaskan warna putih udara yang keluar dari tenggorokan saat nafas ini telah sampai pada batasnya. Putih, pucat, berarak, seraya bersorak.         

Thursday, January 19, 2012

cara mengatasi galau ala Muronialism

"Galau", menjadi kata yang sudah lazim dikatakan anak muda jaman sekarang ini (walaupun berkesan ababil). Rasanya kata tersebut mengena untuk menggambarkan sebuah kondisi dimanakeadaan psikologis sedang bimbang. Tapi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau memiliki arti sebuah kondisi bimbang, berat otak (wow), kalut, bingung, ataupun nanar (beda tipis lah). Entah siapa yang mempopulerkan istilah galau hingga booming seperti sekarang ini. 


Menurut analisa pak Mario Teguh, galau terjadi karena ketidakpastian tentang apa yang sedang atau akan terjadi. Hal tersebut menimbulkan sebuah ketakutan jika nanti harapan yang kita miliki tidak sesuai dengan kenyataan. ketakutan tersebut berimbas pada berkurangnya gairah hidup kita (singkat atau lama). Efek yang ditimbulkan adalah rasa cemas yang berlebih, tidak semangat, sampai menangispun bisa terjadi akibat galau. 

Tuesday, November 29, 2011

teorema trigger versi muronialism

ternyata teori sebagian orang termasuk saya yang berpendapat bahwa untuk melakukan sesuatu yang dianggap penting dalam hidup seperti tobat, TA, berhenti merokok, berhenti nganggur (minum anggur), dan hal-hal besar lainnya perlu adanya trigger (pemicu) bisa di anggap benar. secara teori, pemicu perubahan ini (saya lebih suka menyebutnya teori menang banyak) berfungsi seperti katalis dalam reaksi kimia. tanpa adanya katalis, reaksi tidak akan pernah terjadi meskipun konsentrasi kedua zat telah mencapai titik jenuh. 

tapi saya tidak sependapat jika untuk bergerak ke arah yang lebih baik kita bersikap menunggu datangnya trigger tersebut. jika hal itu dilakukan maka tak ubahnya kita seperti menunggu durian runtuh. ketika masih di pohon, kita cuma bisa menunggu. dan pada saatnya runtuh, durian itu akan berbahaya bagi keselamatan kita. kenapa kita tidak mencari trigger semisal galah, atau ketapel? menurut muronialism, trigger harus di cari. nah, di postingan ini saya akan menjabarkan macam-macam trigger versi muronialism.

  1. cinta. alasan ini meurut lembaga survey menempati urutan pertama penyebab seseorang melakukan

Saturday, November 12, 2011

bocah produk polusi jakarta, (jakarta lama yang ia rindu)

19 februari 1989, seorang bocah manusia telah lahir diantara jutaan anak manusia, anak jin, anak setan, dan anak hewan yang lahir pada hari itu. Di sebuah huma dipojokan kota jakarta (sekarang daerah itu sudah menjadi bagian dari pusat kota jakarta) si bocah mendendangkan tangis pertamanya. tangisan yang disambut tangis bahagia dari kedua orang tuanya. si bocah ditimang manja, di azani, di nyanyikan lagu-lagu yang pastinya si bocah belum mengerti. kelahiran si bocah ke dunia seperti menjelma menjadi tempat curahan kasih sayang orang tuanya.  

mau tak mau bocah itupun tumbuh, karena memang si bocah diberi makan. Belajar apapun dari apapun dan siapapun. segala polesan kasih sayang maupun penderitaan silih berganti ia terima setiap hari. kedua orang tuanya tanpa henti memberikan yang terbaik, mendidik, memberi filosofi-filosofi dengan satu harapan agar sang bocah menjadi manusia yang baik meski diselimuti lingkungan yang kurang baik. lingkungan ibukota.

disebuah gang yang setiap lima tahun sekali didatangi oleh banjir, bocah yang masih kecil itu mengukir nafas demi nafasnya. udara polusi jakarta menjadi sahabatnya yang setia. yang ia tahu hanyalah bermain dan belajar hal-hal baru yang menurutnya menarik, tanpa beban dan tuntutan. polos, seakan tak peduli apa yang akan ia hadapi nanti. 

si bocahpun memasuki masa sekolah. pagi-pagi si bocah sudah rapi dengan baju seragam dan dasi. belajar mengikat tali sepatu yang selama dua minggu belum bisa ia kuasai. memakan telur dadarnya serta menghabiskan susunya (yang beberapa tahun kemudian si bocah lebih memilih kopi dari pada susu). tak lupa ia mencium punggung tangan kedua orang tuanya. berangkat riang menuju ke sekolah dengan tas yang terlalu besar untuk ukuran tubuhnya, karena memang tidak ada tas yang sesuai dengan tubuhnya yang mungil. bukan karena pelajaran yang membuatnya begitu, tapi karena alasan-alasan khas kanak-kanak seperti main kelereng, main bola, main gimbot, dan permainan khas anak-anak lainnya. 

Monday, October 17, 2011

definisi teman versi muronialism

                Menurut bapak Wright Mills, seseorang yang namanya ga sengaja nemu di Mbah Google, manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk hidup. Teori ini ga salah, absolutely benar. Kita semua (khususnya remaja) pasti ga bisa lepas dari yang namanya teman. Bagi kita, teman merupakan kehidupan kita. Teman bisa menjadi keluarga, motivator… apa lagi ya, apapun lah. Tapi hati-hati boy, bisa jadi teman lo itu membawa lo ke jurang gelap yang dalam (pake gaya lebay). Bingung ya? Intinya gue mau nulis tentang apa yang gue rasain dan pengalaman-pengalaman tentang teman. Menurut gue teman itu adalah:

1.       Tempat sampah.
                Teman bisa menjadi wadah semua keluh kesah kita. Dari marah, senang, sedih, takut, dan lainnya, kita bisa muncratin semua ke teman. Saat gue bete, mereka tau apa yang bisa bikin gue senyum lagi. Saat gue seneng, mereka selalu jadi bahan cipratan emosi. Yang paling berasa saat gue lagi sedih, saat gue butuh banget tempat buat ngluarin unek-unek, saat gue ga bisa ngangkat kepala tegak, mereka ga pernah absen dideket gue. Dengerin omongan gue yang itu-itu aja, ngasih saran, baik yang bener maupun yang sadis, sampe kalo udah ga ketolongan mereka ngajak gue seneng-seneng. Pokoknya gimana caranya biar gue ketawa lagi