Saturday, September 22, 2012

ketika

Wahai laut, aku ingin selalu membelainya.
Seperti ombakmu yang tak hentinya membelai sang pantai
Wahai malam, aku ingin selalu di sampingnya.
Seperti rembulanmu yang selalu menyertai sang bintang di kegelapan.
wahai langit, aku ingin menjadi penyejuk hatinya.
Seperti hujanmu yang ikhlas membasahi panasnya bumi.
Wahai pelangi, aku ingin selalu memebahagiakannya.
Seperti warnamu yang membahgiakan semesta seusai badai reda
Wahai gunung, aku ingin selalu menjaganya.
Seperti lebat rimbamu menjaga eidelweiss di lembah surya kencana.

Sunday, August 26, 2012

Ruang keluarga itu adalah gunung gede (part 1)


Keluarga, suatu kesatuan jiwa yang mengikat. Mungkin karena kesamaan darah sehingga sebuah perasaan saling memiliki yang sangat besar sangat nyaman berada didalamnya. Keluarga, merupakan oasis kasih sayang bagi jiwa-jiwa dan logika-logika yang haus akibat terik kerontang kehidupan. Menjadi penerang dibalik rinai tangis air mata, atau menjadi sejuk embun yang sepertinya enggan beranjak meninggalkan sang pagi. Dan tak ada kata-kata terindah dan terpuitis yang mampu menggambarkan perasaan ini akan keluarga selain “aku sayang keluargaku”.

Berkumpul bersama keluarga bagiku dan mungkin bagi sebagian kalian merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan, dimana caci dan puji bersanding menjadi kebahagiaan, si tua membagi pengalaman hidupnya ke si muda. Si muda menceritakan apa yang dia dapat kepada si tua. Saling  mengisi yang membuat rasa utuh.
           

Sunday, June 24, 2012

gunung kendang, cekungan yang garang

Tetesan air hasil konversi uap yang membentuk awan tiba-tiba menyergap di sekeliling perkebunan teh di wilayah desa Tarumajaya kabupaten Bandung sesaat setelah kami menyantap hidangan siang itu. Dengan sigap kami menyiapkan segala peralatan antisipasi atas efek yang bisa ditimbulkan oleh tetesan air tersebut. Gianto memakai ponco ala tentara yang hendak masuk rimba, aku memasang cover bag avtech, Diah nyaman dengan raincoat birunya, sementara Lisna menantang sang cuaca dengan pakaian lapangan berbadge Astacala kebanggaannya.
                         
Perlahan kami menambah ketinggian dihari itu hingga kami memutuskan untuk ngecamp di ketinggian sekitar 2000 mdpl, lebih beberapa meter dari target yang telah disepakati. Sesuai kesepakatan, materi kali ini adalah bivak perorangan. Ya, kami berada di kawasan gunung papandayan, lebih tepatnya punggungan gunung kendang ini dalam rangka latihan Gunung Hutan (GH). Tak sulit bagi mereka mendirikan bivak dari ponco, sebuah ingatan seperti terputar kembali di benak mereka. Suatu masa ketika mereka meniti langkah untuk menjadi keluarga besar Astacala.
                   

Friday, April 20, 2012

setengah botol minuman keras

Udara Jakarta yang ku hirup masihlah sama. Sama seperti ketika suatu masa yang merah, yang kental akan gerombolan emosi muda yang datang dengan mudahnya. Suatu masa ketika rasa bahagia, kecewa, tangis air mata menjadi suatu racikan sempurna untuk melengkapi lembaran kisah muda. Ketika lembut cinta pertama kali membelai sanubari. Ketika kemunafikan menjadi makanan sehari-hari untuk menyembunyikan kebusukan hati. Dan masih tetap sama ketika pertama kalinya aku meninggalkan semua suasana ibu kota untuk waktu yang lama.


Ku coba untuk menutup sejenak pandangan akan dinginnya angin yang menyapa muka sembari menahan asap tembakau yang meresap ke dalam dada. Ku hirup semakin dalam hingga ku rasakan hangatnya tiap mili nikotin yang secara berkala melemahkan tubuh ini. Ku hempaskan warna putih udara yang keluar dari tenggorokan saat nafas ini telah sampai pada batasnya. Putih, pucat, berarak, seraya bersorak.         

Thursday, January 19, 2012

cara mengatasi galau ala Muronialism

"Galau", menjadi kata yang sudah lazim dikatakan anak muda jaman sekarang ini (walaupun berkesan ababil). Rasanya kata tersebut mengena untuk menggambarkan sebuah kondisi dimanakeadaan psikologis sedang bimbang. Tapi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau memiliki arti sebuah kondisi bimbang, berat otak (wow), kalut, bingung, ataupun nanar (beda tipis lah). Entah siapa yang mempopulerkan istilah galau hingga booming seperti sekarang ini. 


Menurut analisa pak Mario Teguh, galau terjadi karena ketidakpastian tentang apa yang sedang atau akan terjadi. Hal tersebut menimbulkan sebuah ketakutan jika nanti harapan yang kita miliki tidak sesuai dengan kenyataan. ketakutan tersebut berimbas pada berkurangnya gairah hidup kita (singkat atau lama). Efek yang ditimbulkan adalah rasa cemas yang berlebih, tidak semangat, sampai menangispun bisa terjadi akibat galau. 

Tuesday, December 27, 2011

salah strategi (ga ada duanya) part 2

  "sebuah kapal akan aman bila tertambat di dermaga, tapi bukan untuk tujuan itu kapal dibuat"

Monday, December 12, 2011

salah strategi (ga ada duanya) part 1

selesai nyanyi lazy songnya bruno mars tiba tiba tanpa rencana muterlah lagunya ipank yang judulnya sekali lagi dari playlist ade gw di mobil. lagu yang udah lama gw lupain, dan sekarang mengisi kabin dengan pemandangan pinggir pantai anyer dan pohon-pohon kelapa yang berlarian serta angin yang masuk dari jendela mobil yang baru gw buka setelah lagu ini muter. ga sanggup gw melawan setiap jengkal kenangan yang bertubi-tubi menyerang dan berusaha masuk ke otak meminta untuk segera diputar. dan akhirnya, mereka sukses.

film di otak gw diawali dengan munculnya sesosok wanita berkerudung dengan kemeja putih dan rok panjang warna biru dongker berjalan dari lorong sebuah gedung dan menyapa dengan menyodorkan map warna coklat sambil berkata "mana punya lo? masukin trus kumpulin nih". di awal-awal kuliah di bandung, dimana